Home » » ZIARAH KUBUR (PENGERTIAN, HUKUM, HIKMAH, TATA CARA)

ZIARAH KUBUR (PENGERTIAN, HUKUM, HIKMAH, TATA CARA)

Written By Bangmu2 Editor on Minggu, 11 Agustus 2013 | 00.03


 
 sumb3r : http://mryanwar.wordpress.com


A.Pengertian Dan Hukum Ziarah
Kata ziarah menurut bahasa berarti menengok atau mengunjungi, jadi ziarah kubur artinya menengok/mengunjungi kubur . sedangkan menurut syari’at islam ziarah kubur itu bukan hanya menengok kubur, bukan pula untuk sekedar tahu dimana ia dikubur, atau untuk mengetahui keadaan kubur atau makam, akan tetapi kedatangan seseorang ke kubur adalah dengan maksud untuk mendo’akan kepada ahli kubur yang muslim dan mengirim pahala untuknya atas bacaan ayat-ayat Al-qur’an dan kalimah kalimah thayyibah seperti, tahlil, tahmid, tasbih, shalawat dan lain-lain.

Ziarah kubur hukumnya sunnah sebagaimana hadis yang diriwayatkan Ahmad, Muslim dan Ashhaabussunan dari Abdullah bin Buraidah yang diterima dari bapaknya bahwa Nabi SAW, Bersabda:

كنت نهيتكم عن زيارة القبر فزوروها فإنّها تذكّروكم الأخرة


Artinya: Dahulu saya melarang menziarahi kubur, adapun sekarang, berziarahlah , karena yang demikian itu akan mengingatkanmu akan hari akhirat,( HR.Ahmad, Muslim dan Ashhaabussunan).

Berdasarkan hadis diatas jelas bahwa ziarah kubur itu boleh, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Karena amar(perintah) setelah nahyi(larangan) bermakna mubah(boleh). Namun dalam hadis lain Nabi Muhammad SAW menyatakan larangan berziarah kubur bagi wanita :

عن أبى هريرة أنّ رسول الله صلّى الله عليه وسلّم لعن زوّرات القبر (رواه أحمد)
 

Artinya: dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rosuululloh SAW melaknat wanita yang berziarah kekubur (HR.Ahmad)

Berdasarkan hadis diatas ada ulama yang memakruhkan para wanita berziarah kekuburan tetapi ada pula yang membolehkan dikarnakan ada keterangan yang terdapat dalam kitab Sunan At-Tirmidzi :

وقد رأى بعض أهل العلم أنّ هذا كان قبل أن يرخّص النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم في زيارة القبر فلمّا رخّص دخل في رخصته الرّجال والنّساء
 

“sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa hadis itu diucapkan sebelum Nabi SAW membolehkan untuk melakukan ziarah kubur. Setelah Rosululloh SAW membolehkannya laki-laki dan perempuan tercakup dalam kebolehan itu” (Sunan At-tirmidzi, 976)


B. Hikmah Ziarah Kubur

Selain dari maksud utama Ziarah kubur untuk mendo’akan mayit yang di kubur agar mendapatka maghfirah(ampunan)dari Alloh Swt, mendapat rahmat dan pahala juga mengandung hikmah yang lain, yang sangat bermanfaat bagi yang berziarah, diantaranya:

1. Mengingatkan diri kepada Alam Akhirat
Bahwa kelak dialam akhirat manusia akan dibangunkan kembali oleh Alloh Swt, untuk menerima balasan atas segalla amal perbuatan manusia semasa hidup didunia, baik itu amal yang baik (shalih) yang dibalas dengan nikmat, maupun yang buruk, yang akan dibalas dengan siksa, dan semuanya akan mendapatkan balasan seadil-adilnya

2. Untuk Zuhud/Tidak Terlalu Mencintai Dunia
Dengan berziarah kubur seseorang akan condang hatinya untuk mengingat mati, jika ia sedang mentafakkuri kematian maka secara otomatis ia akan mengingat akhirat, jika seorang selalu mengingat akhirat maka segala harta benda yang ia peroleh dari dunia ia akan pergunakan untuk kepentingan akhiratnya, bukan untuk bersenang senang yang sifatnya sementara tetapi memikirkan kesenangan yang lebih hakiki lagi nanti di akhirat, karena ia menyadari bahwa yang ia peroleh itu hanyalah titipan sementara, sebagai bekal menjelang kematiannya.

3. Untuk mengambil Suri Tauladan
Dengan menziarahi kubur para orang-orang shalih kita dapat mengambil pelajaran dan tauladan orang shalih terdahulu, sudah sejauh mana ketaatan kita dibandingkan ahli kubur tersebut, mumpung kita masih hidup masih ada kesempatan untuk kita berbuat seperti orang orang shalih tersebut, apalagi jika kita mampu berziarah ke makam Rosululloh SAW, karma beliaulah tauladan yang paling baik bagi ummat sedunia.


C.Tata Cara Berziarah kubur
Dalam berziarah kubur ada tata cara yang baiknya kita lakukan ketika berziarah,, diantaranay sebagai berikut:

1. hendakalah penziarah berwudhu terlebih dahulu sebelum berziarah kubur.
2. Setelah sampai ke kubur, hendaklah memberi salam serta mendoakannya. Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan lain-lainnya yang diterima dari buraidah, ia berkata, Nabi Saw, telah mengajarkan kepada shahabat, jika mereka menziarahi kubur hendakalah mengucapkan :

السلام عليكم أهل الديار من المؤمنين والمسلمات وإنا إن شاء الله بكم لاحقون. أنتم لنا فرط ونحن لكم تبع أسأل الله لنا ولكم العافية.
 

Kesejahteraan atas kalian, wahai penghuni kubur dari golongan yang beriman dan beragama Islam, dan kami insya Alloh juga akan menyusul . kalian telah mendahului kami dan kami akan mengikuti kalian. Aku memohon kepada Alloh agar kami dan kalian diberikan keselamaan oleh Alloh.(HR. Muslim, An-nasai dan Ibnu Majah)

السلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنّا إن شاء الله بكم لاحقون.
 

Keselamatan atas kalian, negeri kaum mu’miniin. Atas kehendak Alloh kami akan menyusul kalian.

السلام عليكم يا أهل القبور من المسلمين والمؤمنين أنتم لنا سلف ونحن لكم تبع وإنا إن شاء الله بكم لاحقون. نسأل الله لنا ولكم العافية ويغفر الله لكم الذنوب, أنس الله وحشتكم ورحم الله غربتكم وتجاوز الله عن سيّئاتكم وقبل الله حسناتكم.
 

Keselamatan atas kalian, kaum muslimiin dan kaum mukminin penduduk kubur ini. Kalian mendahului kami dan kami akan mengikuti kalian. Sungguh kami akan menyusul atas kehendak Alloh. Kami memohon ‘afiat untuk kami dan kalian. Semoga Alloh mengampuni dosa-dosa kami dan dosa-dosa kalian. Semoga Alloh menghibur kegelisahan kalian. Semoga Alloh merahmati keterasingan kalian, semoga Alloh melewatkan keburukan-keburukan kalian, dan semoda Alloh menerima kebaikan-kebaikan kalian.

3. ketika sampai pada makam yang dituju, kemudian menghadap kearah muka mayit (menghadap ke arah timur) seraya mengucapkan salam khusus, missal:

السلام عليكم ……..فلان بن فلان / فلانة بنت فلان أسأل الله لي ولك/ولكِ
العافية وغفر الله لي ولك الذنوب.
 

Keselamatan atas kamu …. Bin/binti …. Aku mohon afiat untuk diriku dan untukmu, semoga Alloh mengampuni dosa-dosaku dan dosa-dosamu.

4.sesudah mengucapkan salam dilanjutkan dengan berdoa, dengan membaca doa yang dimaksudkan untuk memohonkan ampuna dan rahmat kepada mayit.

5. bacalah ayat-ayat (surat-surat) dari Al-Qur’an, seperti membaca surat yasin, ayat kursi atau membaca tahlil, tahmid dan lain lain.

6. Setelah itu, yang dimaksud bukanlah meminta kepada kuburan, tetapi memohon kepada Alloh untuk mendoakan diri sendiri atau yang diziarahi. Atau bila ziarah kemakam Nabi, Shahabat, ulama atau para wali , berdoa untuk dirinya dengan wasilah (perantara) melalui mereka dengan harapan mudah terkabul berkat wasilah para kekasih Alloh.

7.Dalam berziarah hendaklah dilakukan dengan penh hormat dan khidmat/khusu’.

8. Hendakalah menyadari bahwa kita juga akan mengalami mati seperti mereka.

9. Hendaklah tidak duduk di nisan kubur dan melintas di atasnya, karena hal itu merupakan perbuatan idza’ (menyakitkan) terhadap mayit.sebagaimana termaktub dalam sebuah hadis dari Amr bin Hazm Al-Anshari, ia berkata:

رأنى رسول الله صلّى الله عليه وسلّم وأنا متّكئ على قبر, فقال: لا تؤذ صاحب القبر.
 

Rasululloh Saw, telah melihat aku sedang bersandar pada kubur, maka beliau bersabda : “janganlah kamu menyakiti pada yang punya kubur.” (Subulus Salam 2/120)

referensi :
http://mryanwar.wordpress.com/ziarah-kubur/

Postingan Terbaru