Home » » KRONOLOGI KONFLIK DI POSO (ARTIKEL SOSIOLOGI)

KRONOLOGI KONFLIK DI POSO (ARTIKEL SOSIOLOGI)

Written By Bangmu2 Editor on Senin, 03 Juni 2013 | 23.03




a. Konflik Poso I 

1) Tahun 1992: Rusli Laboio, yang awalnya beragama Islam pindah ke agama Kristen dan menjadi seorang pendeta, yang dalam makalahnya menghujat Nabi Muhammad saw.
2) Tahun 1995: terjadi peristiwa Malade, kelompok pemuda Kristen yang berlatih bela diri taekwondo melempari masjid di Tegalrejo yang kemudian dibalas oleh 300 pemuda Tegalrejo dan Lawanga dengan melakukan perusakan rumah.
3) Tahun 1998: perkelahian sekelompok remaja Kristen Lombogia dengan remaja masjid Pondok Pesantren Darussalam, ke Kelurahan Sayo. Kejadian ini bertepatan dengan suksesi bupati Poso, Arief Patanga dan bertepatan dengan bulan Ramadan. Hal ini juga diikuti dengan penghancuran tempat penjualan minuman keras, panti-panti pijat, biliar, dan hotel-hotel yang diduga digunakan sebagai tempat maksiat, yang sebagian besar milik warga nonmuslim.


b. Konflik Poso II 

Pada tanggal 15 April 2000: berita yang ditulis harian Mercusuar memuat hasil wawancara dengan anggota DPRD Sulawesi Tengah, Chaelani Umar yang mengatakan, ”Jika aspirasi yang menghendaki Drs. Damsyik Ladkjalani menjadi Sekwilda Poso diabaikan oleh pemerintah daerah, Kota Poso akan dilanda kerusuhan yang bernuansa sara, seperti yang telah terjadi pada tahun 1998.” Kemudian terjadi lagi perkelahian pemuda di terminal yang melibatkan warga Lombogia dan Kayamanya di mana 127 rumah, 2 gereja, sekolah Kristen, dan gedung Bhayangkari dibakar.



c. Konflik Poso III 


Pada tanggal 16 Mei 2000: pembunuhan warga muslim di Taripa, yang disusul dengan isu penyerangan dari arah Tentena oleh pasukan merah sebagai balasan konflik April yang diperkuat dengan terjadinya pengungsian warga Kristen. Isu tersebut benar adanya, dimulai dengan penyerangan oleh kelompok Cornelis Tibo (pasukan kelelawar/ninja yang berpakaian hitam-hitam). Pembantaian terjadi di Pondok Pesantren Wali sanga dengan 70 orang tewas. Suasana menjadi mencekam karena masyarakat kekurangan bahan makanan dan bahan bakar. Gelombang penyerangan kedua dipimpin oleh Ir. Lateka yang menamakan Pejuang Pemulihan Keamanan Poso yang gagal karena mendapat perlawanan dari kelompok putih pimpinan Habib Saleh Al Idrus yang berhasil menewaskan Ir. Lateka.


d. Konflik Poso IV dan V 

Konflik ke-4 dan ke-5 pada dasarnya merupakan bagian dari konflik ke-3 karena beberapa media massa lokal dan nasional membagi konflik- konflik ini berdasarkan waktu dan kurang jelas mengungkap latar belakang dan pemicu dalam setiap kerusuhan baru. Pada tahun 2001 suasana masih rusuh, bahkan menyebar ke pelosok-pelosok sampai ke Kabupaten Morowali yang melibatkan laskar-laskar dari kedua belah pihak. Sumber: www.pu.go.id

referensi :
Kelas_11_sosiologi_vina_dwi_laning hal. 32-33


Postingan Terbaru

Channel Bangmu2 Official

Google+ Bangmu2 Official