Home » » PENGERTIAN SUGESTI

PENGERTIAN SUGESTI

Written By Bangmu2 Editor on Selasa, 07 Mei 2013 | 18.06



Sugesti adalah rangsangan atau pengaruh atau stimulus.
Rangsangan diberikan seseorang kepada orang lain. Penerima sugesti akan menuruti kehendak pemberi sugesti tanpa berpikir kritis dan rasional. Sugesti bersifat sangat individual. Suatu informasi atau nasihat bisa menjadi suatu sugesti, apabila keyakinan lebih dominan dalam proses penerimaannya.

Suatu informasi atau nasihat tidak akan berubah menjadi sugesti, apabila ada proses berpikir pada orang yang bersangkutan.


Sugesti dapat terjadi antara:

1) Seseorang terhadap orang lain. 
Contoh, nasihat yang diberikan seorang ayah kepada anaknya agar belajar lebih giat.

2) Seseorang terhadap sekelompok orang. 
Contoh, wali kelas memberikan nasihat kepada semua siswa satu kelas.

3) Sekelompok orang terhadap kelompok lainnya. 
Contoh, sekelompok penjual yang mengiklankan produknya kepada masyarakat, serta.

4) Sekelompok orang terhadap individu. 
Contoh, seorang pemain bulutangkis tunggal mendapat tepuk tangan dan dukungan dari penonton.

Wujud sugesti dapat berupa sikap, tindakan, dan perkataan. Suatu gambar poster atau kalimat iklan di spanduk juga dapat memberikan sugesti kepada orang. Bahkan, benda-benda tertentu yang merupakan simbol suatu makna tertentu dapat memberikan sugesti kepada seseorang. Orang yang percaya kepada seseorang yang ia anggap memiliki ‘kelebihan’ pada umumnya mudah tersugesti dengan apapun yang di- perintahkan orang tersebut, misalnya seseorang percaya bahwa jimat yang diberikan dukun mengandung kekuatan. Sebenarnya, kekuatan itu berasal dari rasa optimis yang dibangkitkan oleh keyakinan akibat sugesti. Orang yang memiliki optimisme kuat dan berani, pada umumnya banyak memperoleh keberhasilan atas apa yang ia lakukan. Di sinilah sebenarnya kunci rahasia jimat yang dapat membuat orang menjadi pemberani. Sugesti semacam ini sama dengan keyakinan yang memengaruhi kita sewaktu memilih dokter yang kita anggap paling manjur.

Sugesti dapat terjadi karena beberapa alasan berikut ini.
1) Hambatan Berpikir. 
Seseorang yang sedang mengalami kelelahan pikiran atau sedang me nanggung beban emosional tertentu akan mudah sekali tersugesti (d pengaruhi).

2) Terpecahnya Pikiran Seseorang. 
Seseorang yang kurang konsentrasi akan mudah mengalami sugesti.

3) Otoritas. 
Seseorang yang mempunyai kekuasaan akan mudah memberikan suges (pengaruh) kepada orang lain. Misalnya, seorang pemimpin yang kharis matik, anjurannya pasti dipatuhi rakyatnya.

4) Mayoritas. 
Orang cenderung akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang banya (arus umum).

5) Percaya terhadap Sugesti dari Orang Lain 
Seseorang akan melakukan apapun yang dikatakan atau dianjurka kepadanya dari orang lain yang dianggap baik dan benar. Misalnya, seoran pasien datang ke dokter untuk periksa. Apabila dalam diri pasien tela tertanam rasa percaya kepada dokter tersebut, maka dia akan menuru segala anjurannya.


referensi :
Kelas_10_sosiologi_1_suhardi_sri_sunarti hal. 72


Sponsor

Google+ Followers

Populer Minggu Ini

Diberdayakan oleh Blogger.