Home » » DAMPAK KONFLIK POSO

DAMPAK KONFLIK POSO

Written By Bangmu2 Editor on Rabu, 29 Mei 2013 | 00.04

Pertikaian sosial yang disertai kekerasan (violent conflict) di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah telah menimbulkan dampak sosial yang berkepanjangan, terutama karena tergusurnya para pengungsi dari tempat usaha mereka mengembangkan kehidupan dan juga menimbulkan gangguan terhadap kehidupan masyarakat setempat yang berdekatan dengan tempat pengungsian. Selain itu, konflik Poso berdampak pula pada keadaan fisik serta bidang-bidang yang ada.

a. Dampak Fisik 
Kerusuhan sosial yang terjadi di Poso telah menimbulkan dampak yang cukup besar dengan kualitas yang semakin meningkat dari satu kerusuhan ke kerusuhan berikutnya. Selain korban jiwa, luka berat dan ringan, juga terjadi pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap kaum perempuan. Sarana permukiman, seperti gereja, masjid/musala, rumah penduduk, pusat perdagangan, sarana pendidikan umum, sarana transportasi, dan fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan berat.


b. Dampak Sosial 

1. Budaya 
Dianutnya kembali budaya Pengayau dari masyarakat pedalaman (suku Pamona dan suku Mori) yang telah hilang sejak awal tahun 1900, dilanggarnya ajaran agama dalam menggapai tujuan politik- nya dan runtuhnya nilai-nilai kesepakatan Sintuwu Maroso yang menjadi bingkai dalam hubungan sosial masyarakat Poso yang pluralis.

2. Hukum 
Terjadinya disintegrasi masyarakat Poso ke dalam dua kelompok, nilai-nilai kemanusiaan tidak dapat dipertahankan dengan terjadinya pembunuhan, pemerkosaan dan penganiayaan, serta pelecehan seksual, runtuhnya stabilitas keamanan, ketertiban dan kewibawa- an hukum di mata masyarakat Poso, dan munculnya dendam dari korban kerusuhan terhadap para pelaku kejahatan.

3. Politik 
Terhentinya roda pemerintahan pada saat konflik, jatuhnya wibawa pemda di mata masyarakat, hilangnya sikap demokratis dan peng- hormatan terhadap perbedaan pendapat, serta legalisasi pemaksa- an kehendak kelompok kepentingan dalam pencapaian tujuannya.

4. Ekonomi 
Lepas dan hilangnya faktor sumber produksi ekonomi masyarakat (sawah, kebun, rumah makan, hotel, mesin, dan lain-lain), eksodus besar-besaran penduduk muslim Poso, rawan pangan, munculnya kerawanan, dan kelangkaan kesempatan kerja.


Sumber: www.pu.go.id
referensi :
Kelas_11_sosiologi_vina_dwi_laning hal. 38

Google+ Followers

Populer Minggu Ini

Diberdayakan oleh Blogger.