Home » » SEJARAH KOREK API

SEJARAH KOREK API

Written By Bangmu2 Editor on Minggu, 07 April 2013 | 09.05


TAHUN 1800-an, baja, batu geretan, dan sabuk/kawulmsih digunakan untuk membuat api. Korek api pertama yang memakai fosfor dibuat pada tahun 183-0an. Korek api disimpan pada sebuah kotak spesial karena dapat terbakar pada permukaan apapun.

Pada 1844, Profesor Gustaf Erik Pasch mengganti fosfor kuning yang beracun dengan fosfor merah yang tidak beracun. Dia juga memisahkan ramuan bahan kimia untuk ujung korek api dan meletakkan fosfor pada permukaan untuk digesek pada kotak luarnya. Korek api yang aman telah tercipta. Ini adalah sebuah hasil penemuan yang berarti dan penting, yang membuat Swedia terkenal di dunia. Sayang sekali, produksinya sungguh sulit dan mahal. Tahun 1864 insinyur yang lebih tua 28 tahun, Alexander Lagerman, mendesain korek api mesin otomatis yang pertama. Pada waktu itu, produksi yang menggunakan tangan atau secaramanual berganti menjadi produksi massa, korek api yang aman dari korek api JONKOPING (Swedia) diekspor keseluruh dunia dan menjadi terkenal di dunia.



Pada 1868, perusahaan korek api Vulcan AB ditemukan di Tidaholm, swedia. Sekarang, perusahaan Tidaholm, dimiliki oleh Swedish Macth, yang dianggap jalur produksinya memiliki teknologi paling yang paling berkembang dalam korek api di dunia. Pemikiran tentang Lingkungan adalah bagian yang sangat penting dalam proses menghasilkan produksi dan bahankimia sudah diganti, kotak korek api sudah terbuat dari kertas yang didaur ulang.

Korek api (kadang disebut juga geretan atau pematik) adalah sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali. Korek api dijual bebas di toko-toko dalam bentuk paket sekotak korek api. Sebatang korek api terdiri dari batang kayu yang salah satu ujungnya ditutupi dengan suatu bahan yang umumnya fosfor yang akan menghasilkan nyala api karena gesekan ketika digesekkan terhadap satu permukaan khusus. Walaupun ada tipe korek api yang dapat dinyalakan pada sembarang permukaan kasar. Korek api yang menggunakan cairan seperti naphtha atau butana disebut korek api gas.

Bangsa Tiongkok sejak 577 telah mengembangkan korek api sederhana yang terbuat dari batang kayu yang mengadung belerang. Korek api modern pertama ditemukan tahun 1805 oleh K. Chancel, asisten Profesor L. J. Thénard di Paris. Kepala korek api merupakan campuran potasium klorat, belerang, gula dan karet. Korek api ini dinyalakan dengan menyelupkannya ke dalam botol asbes yang berisi asam sulfat. Korek api ini tergolong mahal pada saat itu dan penggunaannya berbahaya sehingga tidak mendapatkan popularitas.


Korek api yang dinyalakan dengan cara digesek pertama kali ditemukan oleh kimiawan Inggris John Walker pada tahun 1826. Penemuan itu bermula saat Robert Bouyle melakukan percobaan di tahun 1680-an dengan menggunakan campuran fosfor dan belerang, tetapi usahanya pada saat itu bisa dibilang belum menghasilkan hasil yang memuaskan. Walker pun menyempurnakannya dengan menggunakan campuran antimon (III) sulfida, natural gum, potasium klorat, yang bisa dinyalakan dengan cara menggesekannya ke permukaan yang kasar. Walker menyebut korek ini adalah Congreves. Meskipun dikembangkan oleh Walker, namun korek api tersebut prosesnya dipatenkan oleh oleh Samuel Jones dan diproduksi kemudian serta dijual dengan sebutan nama Korek Api Lucifer.

Referensi :



Postingan Terbaru