PENGERTIAN PRANATA SOSIAL

Rabu, 05 September 2012

PENGERTIAN PRANATA SOSIAL


Pranata dalam bhs Inggrisnya adalah institution. Dalam ilmu sosiologi, istilah yang sama dengan pengertian pranata sosial adalah lembaga sosial, institusi sosial, lembaga kemasyarakatan, dan bangunan sosial (socialle gebilde).

Ada beberapa pengertian pranata sosial menurut beberapa para ahli seperti tersebut di bawah ini:
a. Robert Mac Iver dan Charles H. Page berpendapat, pranata sosial adalah prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang tergabung dalam satu kelompok masyarakat.

b. Bruce J. Cohen berpendapat, pranata sosial merupakan sistem pola sosial yang tersusun rapi, secara relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu untuk pemuasan dan pemenuhan kebutuhan pokok manusia.

c. Leopold Von Wiese dan Howard Becker berpendapat, pranata sosial adalah jaringan proses hubungan antarmanusia dan antarkelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu serta pola-polanya sesuai dengan minat dan kepentingan individu dan kelompoknya.

d. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt berpendapat, pranata sosial adalah sistem norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang dipandang penting oleh masyarakat atau sekumpulan kekhususan dan tata kelakuan yang berkisar ada kegiatan pokok manusia.

e. Koentjaraningrat berpendapat, pranata sosial merupakan suatu sistem norma khusus yang menata serangkaian tindakan yang berpola untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan khusus dalam kehidupan manusia.

Pranata sosial pada intinya  merupakan sekumpulan norma dan tingkah laku yang tersusun secara sistematis, dibentuk dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia yang bersifat khusus.

Pranata sosial sangat berperan dalam masyarakat, karena alasan-alasan berikut ini:
a. Merupakan seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung dan mempengaruhi.
b. Mengatur semua aktivitas anggota/masyarakat, sehingga norma tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan hidup.
c. Mengatur semua interaksi antaranggota masyarakat agar berjalan dan tercipta keteraturan dan ketertiban bermasyarakat
d. Sebagai pegangan masyarakat dalam melakukan sistem pengendalian sosial terhadap tingkah laku para anggota masyarakat.
jangan pergi dulu, ada postingan yang lain nih!!

Arsip Blog