Home » » AGEN SOSIALISASI KELOMPOK BERMAIN (PEER GROUP)

AGEN SOSIALISASI KELOMPOK BERMAIN (PEER GROUP)

Written By Bangmu2 Editor on Minggu, 23 September 2012 | 20.56

PENGERTIAN


Kelompok bermain (peer group) merupakan agen sosialisasi lain di luar keluarga, seperti teman sepermainan, kerabat, tetangga, dan teman sekolah. Bila dalam keluarga, kebanyakan interaksi dilakukan dengan melibatkan hubungan yang tidak sederajat(seperti paman, kakek, ibu, tante, kakak, dan lain-lain), sedangkan dalam kelompok bermain mereka bisa melakukan interaksi dengan orang-orang yang sebaya. Agen ini baru didapatkan setelah seorang anak dapat bepergian ke luar rumah. Disinilah mereka mempelajari berbagai kemampuan baru dengan memasuki tahap game stage (mempelajari aturan-aturan yang mengatur peranan orang-orang yang kedudukannya sederajat)sehingga memperoleh nilai-nilai keadilan. Pada tahap ini, sikap egosentris seorang anak masih sangat menonjol. Keadaan ini tentu akan banyak menimbulkan konflik dengan teman-temannya. Meski demikian, dengan adanya konflik tersebut akan membuat individu dipaksa untuk memperbaiki sifat egosentrisnya. Tujuan perbaikan diri tersebut adalah agar dia dapat diterima kembali oleh teman-temannya sebagai anggota kelompok. 

Melalui kelompok bermain, mereka juga bisa membentuk sebuah kelompok belajar ketika mereka duduk di bangku sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok bermain merupakan titik pergaulan pertama terhadap sesama/sebaya bagi anak yang belum sekolah. Dari kelompok belajar, anak akan belajar untuk bekerja sama menyelesaikan tugas rumah yang sulit, belajar untuk saling mengajari bila ada yang tidak mengerti, dan sebagainya. Dengan begitu, mereka akhirnya belajar bagaimana bersosialisasi disekolah. Agen sosialisasi kelompok bermain sangatlah berpengaruh dalam pembentukan kepribadian masing-masing individu, karena pergaulan merupakan hal yang pasti dilakukan mulai dari anak kecil sampai tingkat remaja. Apa yang dilakukan temannya, pasti juga dipraktekkan dalam kehidupan individu tersebut sebagai akibat adanya rasa setia kawan antar sesama. Maka dari itu, dari sinilah para remaja harus berhati-hati dalam bergaul karena mereka sangatlah rentan terhadap perubahan yang didasari oleh rasa ingin tahu yang sangat besar.




DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF

Adanya kelompok bermain bagi seorang anak tentunya akan memberikan peranan yang positif bagi perkembangan sosialisasinya. Peranan-peranan positif tersebut, yaitu sebagai berikut : 
1. Adanya rasa aman dan dianggap penting 
2. Tumbuhnya rasa kemandirian dalam diri anak 
3. Anak mendapat tempat penyaluran berbagai perasaannya, seperti rasa senang dan sedih. 
4. Dapat mengembangkan berbagai keterampilan sosial yang dimiliki. 
5. Memiliki banyak teman dan mendapat banyak pengetahuan. 
6. Dapat terhindar dari lingkungan pergaulan yang negatif 
7. Ilmunya bermanfaat dan memiliki masa depan yang cerah 
8. Mampu bersosialisasi dengan baik 
9. Belajar untuk membentuk organisasi yang baik 
10. Terbentuknya sifat disiplin dalam penggunaan waktu 

Selain peranan positif, kelompok bermain sering pula mendatangkan peranan yang negatif akibat kurangnya pengawasan dari pihak masyarakat. Kelompok bermain yang mengakibatkan pengaruh yang negatif sering disebut dengan istilah geng. 

Hal ini menyebabkan penyimpangan-penyimpangan sosial sebagai berikut : 
1. Penyalahgunaan narkoba 
yaitu pemakaian narkoba seperti narkotika (candu, ganja, putau), psikotropika (megadon, ekstasi, amphetamin), serta meminum alkohol di bawah umur yang ditentukan. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya tindak kriminalitas. 

2. Proses sosialisasi yang tidak sempurna 
Apabila seseorang dalam kehidupannya mengalami sosialisasi yang tidak sempurna, maka akan muncul penyimpangan pada perilakunya. Contohnya: seseorang menjadi pencuri karena terbentuk oleh lingkungannya yang banyak melakukan tindak ketidakjujuran, pelanggaran, pencurian dan sebagainya. 


3. Pelacuran 
Pelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untuk dapat melakukan perbuatan seksual dengan mendapatkan upah.Pelacuran lebih disebabkan oleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola kepribadiannya yang tidak seimbang dan adanya kesulitan dalam hal perekonomian. Macam pelacuran yaitu : Lesbianisme, homoseksual, sodomi, perzinahan, kumpul kebo, dan sebagainya. Hal seperti ini dapat menyebabkan orang melakukannya dikucilkan oleh masyarakat sekitar. 


 4. Tindak kejahatan / kriminal 
yaitu tindakan yang bertentangan dengan norma hukum, sosial dan agama. Yang termasuk ke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian, penipuan,penganiayaan, pembunuhan, perampokan dan pemerkosaan. 


5. Gaya hidup 
Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum atau biasanya. Penyimpangan ini antara lain : - Sikap arogansi yaitu kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti kepandaian,kekuasaan, kekayaan, dan sebagainya. - Sikap eksentrik yaitu perbuatan yang menyimpang dari biasanya, sehingga dianggap aneh,misalnya laki-laki beranting di telinga, rambut gondrong, dan lain-lain. 


6. Mengonsumsi rokok di bawah umur 


7. Kenakalan remaja Karena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal-hal yang dianggap bergengsi, sekelompok orang melakukan tindakan-tindakan menyerempet bahaya, misalnya kebut-kebutan, membentuk geng-geng yang membuat onar, dan lain-lain. 

Selain itu, perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnya terjadi di kota-kota besar sebagai akibat kompleknya kehidupan disana. Demikian juga tawuran yang terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering muncul. Tujuan perkelahian bukan untuk mencapai nilai yang positif, melainkan sekedar untuk balas dendam atau pamerkekuatan/unjuk kemampuan. 


UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN ORANG TUA 

1. Memberi kebebasan bersyarat dimana anak dibiarkan untuk tetap bergaul dengan teman-temannya tetapi tetap diawasi. 
2. Diberikan pendidikan agama yang cukup di luar lingkungan sekolah 
3. Memberikan contoh dampak negatif orang yang sudah terjerumus dalam pergaulan yang negatif 
4. Berusaha untuk menjadi teman curhat anak dan memberikan solusi/saran yang intinya mendukung anak, agar mereka tidak merasa kesepian dan melampiaskannya pada pergaulan.


Google+ Followers

Populer Minggu Ini

Diberdayakan oleh Blogger.