Home » » LASKAR MUSLIM PESEPAK BOLA DUNIA YANG PUASA

LASKAR MUSLIM PESEPAK BOLA DUNIA YANG PUASA

Written By Bangmu2 Editor on Kamis, 26 Juli 2012 | 01.19


Puasa bukan halangan bagi bintang sepak bola dunia. Dikutip dari Republika, kita akan lihat keteguhan para pemain bintang yang beragama Islam selama Ramadan ini.

''Puasa Ramadan membuatku menjadi semakin kuat,'' ujar Frederic Kanoute, bintang sepak bola asal Mali. Kanoute relatif tidak punya masalah dengan puasa dan performanya di lapangan.


Frederic Kanoute

Tidak mudah bagi Muslim di Spanyol berpuasa saat musim panas di Eropa mencapai puncaknya. Suhu bisa mencapai 40 derajat Celcius, dengan kelembaban tinggi. Siang lebih panjang dibandingkan malam hari.

Matahari bersinar selama 13 jam, atau sejak pukul setengah tujuh pagi hingga delapan malam. Namun, semua itu tidak menghalangi Muslim menjalankan ibadah puasa.

''Saya berusaha menghormati keyakinanku dan menjalankan ibadah sebisa mungkin,'' ujar Kanoute. ''Terkadang memang sulit melakukan puasa Ramadhan ketika cuaca di selatan Spanyol sangat panas. Tetapi, saya mampu melakukannya. Alhamdulillah.''

Kanoute menghargai sesama Muslim yang memilih tidak berpuasa saat hari pertandingan. Mereka mengganti puasa Ramadhannya ketika musim kompetisi berakhir. Namun, striker berusia 31 tahun itu percaya pesepak bola modern tetap bisa tampil optimal meski sedang berpuasa.

Real Madrid adalah klub Spanyol yang paling toleran terhadap Muslim. Sebagai klub raksasa yang mendatangkan pemain dari berbagai penjuru dunia, Madrid memiliki pengalaman panjang memperlakukan pemain-pemain yang berbeda keyakinan.


Benzema

Selain itu ada pula pemain Muslim lainnya, seperti Karim Benzema, Mahamdou Diarra, dan Lassana Diarra. Klub sepak bola, seperti Madrid, mengatur jadwal latihan pemain Muslim yang berpuasa, agar tidak mengalami dehidrasi. Fans Los Merengues memahami betapa pentingnya arti puasa bagi Muslim.

''Pelatih menghargai keputusanku untuk tetap berpuasa saat hari pertandingan,'' kata Mahamadou Diarra.

Pemain Muslim lainnya adalah Eric Abidal. Ia menjadi mualaf lima tahun silam dan memilih Bilal sebagai nama Islam-nya.

''Islam memotivasiku untuk memberi yang terbaik bagi tim. Aku memeluk Islam dengan keyakinan penuh,'' ujar Abidal yang menikah dengan wanita Aljazair. Selain Abidal, Seydou Keita dan Yaya Toure juga pemeluk Islam yang taat.

Striker Thierry Henry rajin mengingatkan rekan sesama Muslim untuk tidak berhenti mengkaji Islam dan membaca Alquran.

Di Jerman, winger Franck Ribery menjalankan puasa meski berlatih keras sebelum menghadapi pertandingan. Ia dikabarkan selalu meluangkan waktu berbuka puasa di rumah bersama Wahiba, istrinya, dan dua putrinya; Hizya dan Shakinez.

Meski tidak ada data akurat, terdapat kecederungan populasi pesepak bola Muslim di Eropa meningkat pesat. Mereka berasal dari negara-negara Afrika, atau para convertist Eropa. Nicolas Anelka, misalnya, memeluk Islam sejak 1991 atau ketika masih berusia 16 tahun. Samir Nasri dan Hatem Ben Arfa berasal dari keluara keturunan Aljazair yang memegang teguh keislaman, meski telah berbaur dengan masyarakat Eropa.



Di kancah Seri A Italia, ada Sulley Ali Muntari, Abdelkader Ghezzal, serta Mourad Meghni, Gokhan Inler, Houssine Kharja, dan Mohamed 'Momo' Sissoko. Kanoute mengakui banyak pesepak bola Muslim yang merumput di liga-liga terkenal Eropa. Mereka kebanyakan tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan meski harus bermain membela klubnya di hari puasa.

Menurut Kanoute, banyak rekan-rekan sesama Muslim yang tidak ingin memperlihatkan sosok keislamannya. ''Mereka shalat, berpuasa, dan menjalanan kewajiban lainnya, tapi tidak ingin memperlihatkannya di depan umum,'' ujar Kanoute.

Kanoute sebaliknya. Ia selalu berusaha memperlihatkan sosok keislamannya. Mantan striker Olympique Lyon dan West Ham United ini ingin menunjukkan bahwa Islam tidak bertentangan sama sekali dengan sepak bola.

Dokter Yacine Zerguni, anggota Komite Medikal Olahraga FIFA dan CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika), sempat melakukan penelitian mengenai efek puasa bagi pesepak bola dengan mengambil dua pesepak bola keturunan Aljazair sebagai sampel. Selain faktor fisik, Zerguni juga meneliti kondisi psikologis sang pemain.

''Banyak pesepak bola memang tidak bisa beradaptasi dengan baik ketika berpuasa. Namun, di sisi lain, kualitas spiritual mereka meningkat dan juga akan memberi pengaruh positif buat fisik mereka,'' kata Zernugi. ''Tapi, di beberapa kasus, kondisi tubuh si pemain bisa beradaptasi dengan kondisi saat sedang berpuasa.''


Paling banyak dibaca

Download Lagu Rhoma Irama

Koleksi Humor

Sosiologi